Cukup banyak, tertutama penduduk yang sudah pensiun. Uang yang dikumpulkan tersebut masih belum cukup untuk menikmati hidup layak di usia senja mereka. Kalo yang sering ke Singapura,
1/ di tempat2 makan selalu ada uncle2 & auntie2 tua yang mengelap meja, bersihkan piring, sendok garpu ke masing2 stand penjual ; mereka itu pensiunan yang masih harus bekerja untuk menyambung hidup.
2/ di malam hari, juga ada orang2 dengan usia yg sama jualan kertas tisu di lorong2 stasiun MRT.
3/ di daerah pinggiran sebelah utara : terminal MRT Yishun, Sembawang ke atas ; kalo turun dari MRT, menyeberang lewat jembatan penyeberangan ; ada uncle yang bawa harmonika ngamen.
Kota Singapura yang gegap gempita, mewah dan siap menyambut wisatawan ; ternyata menyimpan banyak masalah sosial. Biaya hidup sangat mahal dan ongkos berobat yang selangit ( walaupun sudah di subsidi oleh pemerintah setempat ) memaksa manula-manula ini tetap bekerja di usia senja. Kadang masih enak di Indonesia, walaupun hidup tambah susah ; masih ada teman/saudara yg mau bantu. Di Singapura , masing2 sibuk dengan urusan nya sendiri. EGP ( emang gue pikirin ) di sana luar biasa kental. Manusia lebih ‘tega’ membiarkan yang lain.
sempat saya ngobrol dengan salah satu driver taksi di sana yang rambut nya sudah serba putih. Si uncle ini berusia 70+ tahun. Saya nanya, koq masih kerja ?
Jawab nya :
Anak2 saya juga susah payah bangun karir, mencukupi keluarga mereka & bayar cicilan tempat tinggal (apartemen ). Saya tidak mau membebani anak. Minimal dengan bekerja, saya masih bisa kasih duit angpao ke cucu dengan keringat saya sendiri, tanpa harus tergantung dengan anak.
NB :
1/ rumah tinggal di Singapura berupa apartemen, untuk penduduk asli terasa LUAR BIASA MAHAL. Harga properti Indonesia sudah mulai mengarah seperti Singapura.
2/ Kebanyakan penduduk Singapura adalah etnis Tionghoa. Setiap tahun selalu merayakan Imlek ; sama seperti di Indonesia merayakan Idul FItri. Libur/cuti bersama yg panjang & Keluarga besar mudik ke kampung dan silaturahmi. Di Singapura untuk etnis Tionghoa juga sama. Dan para senior ( kakek, nenek, paman & bibi ) selalu bagi2 uang dalam amplop ( Angpao ) ke anggota keluarga yg masih lajang.
0 Komentar untuk "Apakah ada orang miskin di Singapura? Kalau ada seberapa miskin mereka?"